11:47 PM

Diet Terapi Enzim Untuk Kesehatan yang Lengkap



Seorang pelopor terapi enzim, Dr. Edward Howell, mengatakan bahwa enzim adalah zat yang memungkinkan kehidupan. Jika tubuh kehabisan enzim, maka tidak akan ada aktiviti apapun yang bisa berlangsung dalam tubuh. Karena itulah perlu diupayakan untuk menambahkan jumlah enzim sekaligus menghemat penggunaan jumlah enzim dalam tubuh prinsip utama diet terapi enzim. 


1. Perbandingan Menu Makanan Kaya Enzim

~ Enzim diproses di dalam tubuh dalam jumlah konstan sejak kita kecil. Jumlah enzim yang diproses akan berkurang ketika beranjak  dewasa. Oleh sebab itulah Anda perlu menjaga agar jumlah enzim pangkal dan enzim-enzim lain di dalam tubuh tidak terlalu cepat habis dengan mengonsumsi jenis makanan yang kaya dengan enzim, misalnya sayur- sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
~ Menu makanan sehari-hari untuk diet terapi enzim sebaiknya menggunakan perbandingan 85% makanan nabati dan 15% makanan hewani. Dalam perbandingan tersebut terdiri dari:
~ Sekitar 40-50% biji-bijian utuh. Seperti: beras merah, gandum, polong-polongan, kacang kedelai, kacang hitam, kacang merah, dan lain sebagainya. Biji-bijian mengandung penghambat (inhibitor) enzim sehingga harus diolah terlebih dulu sampai matang dalam suhu yang tinggi.
~ Sekitar 10 -15% protein hewani atau setara dengan 115 gram sehari. Seperti: daging ikan, daging unggas, daging sapi, dan telur. Sebisa mungkin batasi konsumsi daging merah dan ganti dengan daging ikan

2. Mengonsumsi Makanan Mentah

~ Dalam buku “The Enzyme Nutrition”, Dr. Edward Howell, mengatakan bahawa penyakit degeneratif (seperti penyakit jantung, diabetesstroke, dan osteoporosis) dan penyakit berat lainnya lebih sering dialami setelah manusia menemukan fungsi api sebagai alat pemanas untuk memasak makanan. Sebelum itu manusia selalu mengonsumsi makanan mentah seperti buah-buahan, sayuran, ikan segar, dan lain sebagainya.
~ Ketika bahan makanan dimasak dengan suhu tinggi (di atas 40 derajat C), maka enzim yang dikandungnya akan rosak. Padahal pencernaan kita memerlukan bantuan enzim makanan untuk mencerna makanan.Enzim makanan yang dimiliki bahan-bahan makanan sudah rosak sehingga tidak dapat membantu proses mencerna. Dan untuk membantu kerja enzim pencernaan, diturunkanlah bantuan enzim metabolisme untuk ikut mencerna makanan yang sudah habis enzimnya

3. Susu Segar yang Diproses dengan Suhu Rendah Lebih Baik

~ Susu yang diolah melalui proses pasteurisasi dan homogenisasi membuat enzim di dalam susu rosak dan hilang. Apabila anda tidak ingin menghentikan konsumsi susu, sebaiknya pilihlah susu segar yang diolah dengan suhu rendah. Sekitar 50 tahun yang lalu sebelum dikenal proses pasteurisasi massal, ada trend diet susu mentah yang dilaporkan berhasil untuk mengatasi berbagai penyakit.
~ Ini kerana susu segar mengandung banyak enzim bermanfaat seperti enzim laktase. Di samping itu, susu segar juga mengandung laktoferin serta antioksidan. Sayangnya kandungan-kandungan bermanfaat itu akan hilang jika diproses secara pasteurisasi atau homogenisasi. Jadi sebaiknya anda berhati-hati memilih produk susu yang hendak diminum, pastikan memilih susu segar yang tidak melewati kedua proses tersebut.

4. ASI Adalah Sumber Enzim yang Luar Biasa

~ Bagi seorang bayi ASI adalah sumber enzim yang terbaik. ASI juga mengandung segudang nutrisi hidup yang tidak dapat disamai dengan teknologi secanggih apapun. Bahkan susu sapi segar pun tidak sanggup menyamai kehebatan ASI bagi seorang bayi, apalagi susu formula atau susu hasil pasteurisasi lainnya.
~ ASI mengandung nutrisi yang lengkap sekaligus enzim bermanfaat untuk menunjang kehidupan awal seorang manusia. Seorang bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan lalu ditambahkan makanan pendamping ASI di bulan-bulan selanjutnya namun tetap meminum ASI sampai 2 tahun penuh memiliki bekal enzim serta nutrisi yang mencukupi untuk tumbuh-kembangnya ke depan.

5. Air Sangat Baik Bagi Enzim

~ Tubuh manusia dewasa terdiri dari sekitar 70% air. Kerana itulah sistem metabolisme tubuh sangat memerlukan air. Ketika air ditelan melewati mulut, air akan masuk melalui kerongkongan lalu mengalir ke sistem pencernaan sebelum akhirnya dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Itu sebabnya semakin banyak air yang diserap tubuh, semakin lancar juga peredaran darah sehingga menghasilkan sistem metabolisme tubuh.
~ Asupan air yang mencukupi juga membantu menurunkan kadar kolesterol darah serta menstabilkan trigliserida darah. Air juga bermanfaat untuk mengaktifkan kehidupan bakteri usus dan enzim. Untuk mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh juga dibutuhkan air, karena toksin, dioksin, dan zat-zat berbahaya lain dalam tubuh akan dibilas oleh air kemudian dikeluarkan melalui urine atau keringat.























You Might Also Like

0 comments